Tempat Wisata di Surabaya

Tempat Wisata di Surabaya

tempat wisata di surabaya - tugu pahlawan
Terdapat beberapa tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi karena sarat nilai sejarah untuk pendidikan anak-anak. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Hotel Yamato, Tempat Wisata di Surabaya Lokasi Penyobekan Bendera Belanda
Hotel Yamato adalah lokasi bersejarah di kota Surabaya yang dikenal karena keberanian warga Surabaya naik ke puncak hotel dan menyobek bendera Belanda. Warna bendera negara Belanda adalah merah-putih-biru. Setelah disobek warga Surabaya, tertinggal hanya warna merah putih. Tempat wisata di Surabaya ini sekarang telah menjadi hotel Majapahit dan masih aktif beroperasi. Keaslian arsitektur bangunan tetap dipertahankan untuk menjaga nilai sejarahnya. Maka tidak mengherankan jika Hotel Majapahit menjadi tujuan wisata menarik wisatawan dalam dan luar negeri.
2. Tugu Pahlawan, Tempat Wisata di Surabaya Lambang Heroisme
Jika Jakarta memiliki Tugu Monas, maka Surabaya mempunyai Tugu Pahlawan. Tugu Pahlawan adalah monumen yang dibuat oleh Pemerintah Republik Indonesia atas keberanian arek-arek Suroboyo menentang penjajahan. Tugu Pahlawan menjadi salah satu tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi. Bukan saja karena latar belakang sejarahnya, tetapi juga wisata kuliner yang berada di sekitar lokasi monumen. Area Tugu Pahlawan saat ini sering dimanfaatkan sebagai tempat pergelaran musik nasional di Indonesia. Sehingga tempat wisata di Surabaya ini mampu memadukan sejarah masa lalu dengan modernisasi masa kini.
3. Rumah Sakit dr. Soetomo, Tempat Wisata di Surabaya dan Pusat Kedokteran
Rumah Sakit dr. Soetomo dikenal juga sebagai Rumah Sakit Karang Menjangan karena terletak di Jalan Karang Menjangan. Rumah sakit ini memiliki peranan penting dalam sejarah kedokteran di Indonesia. Sejak era kolonialisme Belanda, RS dr. Soetomo menjadi pusat penelitian mahasiswa kedokteran di Indonesia dengan bantuan dokter Belanda. Hal ini tampak dari arsitektur bangunan yang bergaya Belanda dan menjadi salah satu tempat wisata di Surabaya dengan latar belakang akademis. Fungsi rumah sakit tersebut menjadi begitu vital karena menjadi rujukan terakhir warga Jawa Timur yang sedang berobat penyakit kronis.
4. Museum Empu Tantular, Tempat Wisata di Surabaya dan Sejarah Kejayaan Masa Lalu
Museum Empu Tantular terletak di persilangan Jalan Diponegoro dan Jalan Raya Darmo. Lokasi museum ini berdekatan dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menjadi ikon kota Surabaya. Museum Empu Tantular menyimpan benda-benda peninggalan masa lalu, mulai dari kerajaan Majapahit hingga perjuangan nasional melawan penjajahan. Tempat wisata di Surabaya ini harga tiket masuknya termasuk murah, hanya Rp 3000 per orang. Oleh karena itu, ajaklah putra-putri Anda mengunjungi tempat wisata di Surabaya ini untuk memperkenalkan mereka kepada nilai-nilai sejarah masa lalu. Rekreasi edukatif adalah nilai lebih Museum Empu Tantular yang patut Anda pertimbangkan.
Itulah beberapa tempat wisata di Surabaya yang memiliki nilai sejarah yang layak Anda kunjungi. Selain wisata sejarah, Surabaya juga memiliki Pantai Ria Kenjeran, Jembatan Suramadu, Kebun Binatang Surabaya, Makam Sunan Ampel dan lain-lain. Keramahan warga Surabaya juga menjadi ciri khas yang tidak bisa Anda lupakan. Akan sangat sayang jika waktu liburan Anda tidak disempatkan mengunjungi tempat wisata di Surabaya.

Untuk menuju kota Surabaya, Anda memiliki sejumlah pilihan cara bepergian apakah melalui jalur darat, jalur udara maupun jalur laut. Untuk jalur darat, Anda bisa memilih naik bus menuju terminal Bungurasih maupun via kereta api menuju stasiun Gubeng. Bepergian naik kapal laut juga menyenangkan karena Anda akan menyaksikan bangunan bersejarah pelabuhan Tanjung Perak dari dekat. Sementara untuk Anda yang ingin bepergian dengan pesawat terbang, Anda bisa mengambil rute penerbangan menuju bandara Juanda. Selamat menjelajahi tempat wisata di Surabaya!















Read More

Tempat Wisata di Lamongan dan Gresik

Tempat Wisata di Lamongan dan Gresik


              Hallo kawan-kawan penggemar kegiatan jalan-jalan keliling tempat wisata menarik di Indonesia! Jumpa lagi dengan saya dalam liputan acara liburan ke tempat wisata indah di Indonesia. Pada artikel sebelumnya saya sudah membagi keseruan liburan hari minggu di wilayah pegunung kapur di utara propinsi Jawa Timur. Artikel wisata kali ini akan melanjutkan cerita kemarin. Bagaimana keseruan acara liburan di tempat wisata Jawa Timur? Ayo baca terus artikelnya.
              Sesampai di Tuban dan mencoba es buah siwalan di Alun-alun kabupaten Tuban, tujuan berikutnya adalah tempat wisata di kabupaten Lamongan. Perjalanan darat dari Tuban menuju Lamongan berada di jalur pantura (pantai utara) Pulau Jawa. Jalan raya berbatasan langsung dengan air laut di sebelah utara. Debur ombak tak henti terdengar di sepanjang perjalanan. Walau di dalam mobil sudah ada lagu-lagu karaoke yang dinyanyikan oleh teman-teman saya, tapi pemandangan di luar sana lebih menarik minat saya.
Setelah melewati kawasan Pantai Palang, perjalanan menuju ke daerah Brondong. Disinilah acara liburan biasanya break sebentar dengan membeli oleh-oleh beragam hasil laut kota Lamongan. Ada juga beberapa wisatawan yang mencoba buah siwalan Lamongan dan membandingkan dengan buah siwalan Tuban. Namun banyak dari wisatawan yang lebih tertarik belanja ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan tradisional Lamongan yang dijual di pinggir-pinggir jalan.

sore hari di makam sunan drajad lamongan
              Keunikan Tempat Wisata Makam Sunan Drajad
Lepas dari Brondong, perjalanan melewati kawasan wisata Pantai Tanjung Kodok dan Wisata Bahari Lamongan (WBL).  ke kawasan Paciran. Paciran merupakan tempat makam Sunan Drajad. Secara geografis wilayah Paciran termasuk pegunungan kapur. Oleh karena itu, sumber air bersih disini bernilai sangat mahal.
              Pada pintu masuk menuju makam Sunan Drajad, kita bisa menghadap ke seberang jalan dan memandang bukit kapur yang putih mengkilat diterpa sinar matahari di senja hari. Saya tidak yakin lima tahun lagi bukit kapur itu masih ada. Mengapa? Karena aktifitas penambangan liar yang makin tak terkendali bisa saja menghapus keindahan alam yang telah ada.
Makam Sunan Drajad di Lamongan berada pada sebuah bukit berundak-undak yang ditumbuhi banyak pohon. Pohon-pohon tersebut menurut saya berusia ratusan tahun karena kalau dilihat dari formasi akar dan kerumitan struktur pohon sudah lapuk. Pagar kayu, tiang bangunan, gapura makam, surau dan cungkup utama makam juga masih asli sesuai arsitektur lama model Jawa Kuno.
Pengaruh budaya Hindu bisa saya perhatikan pada tampilan gapura yang identik dengan ornamen Candi Prambanan dan Gapura Candi Wringinwetan. Meski demikian, Pemerintah kabupaten Lamongan tampak sigap melakukan pemugaran dengan memperluas kawasan wisata Sunan Drajad. Saat ini tengah dibangun area berdoa tambahan di sebelah utara makam. Selain itu, sudah ada museum Sunan Drajad yang bisa menjadi referensi terbaik sumber sejarah kebudayaan Islam di tanah Jawa.
Daftar Tempat Wisata Agama Islam Makam Wali Songo

1. Surabaya: Makam Sunan Ampel


Makam Sunan Ampel berada di Kota Surabaya, Jawa Timur, tepatnya di Jalan Nyamplungan. Salah satutempat wisata di Surabaya ini ramai dikunjungi warga muslim karena lokasinya yang berada di tengah kota dan didukung jalur transportasi yang lancar. Makam Sunan Ampel berada dalam kawasan wisata budaya Surabaya, berdekatan dengan area pecinan Kya Kya Kembang Jepun dan Kampung Arab.

2. Gresik: Makam Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim


Kota Gresik memiliki keistimewaan memiliki dua makam anggota Wali Songo, yaitu Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik). Makam Sunan Giri berada di puncak sebuah bukit di daerah Kebomas, sedangkan makam Syekh Maulana Malik Ibrahim berada tak jauh dari alun-alun Kota Gresik, Jawa Timur. Keduanya menjadi daya tarik wisata di Kota Gresik sehingga wisata kuliner Gresik ikut dikenal masyarakat luas.

3. Lamongan: Makam Sunan Drajat


Sunan Drajat menyiarkan agama Islam di sekitar wilayah Lamongan. Setelah beliau meninggal, Sunan Drajat dimakamkan di daerah Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Tempat wisata di Lamongan tersebut berada pada bukit dengan dikelilingi pepohonan yang luas. Untuk pengenalan sejarah budaya bagi dunia pendidikan, di sekitar makam Sunan Drajat dibangun Museum Sunan Drajat dan bisa diakses masyarakat umum secara gratis.

4. Tuban: Makam Sunan Bonang


Sebenarnya terdapat beberapa versi cerita mengenai sejarah makam Sunan Bonang. Ada yang mengatakan Sunan Bonang dimakamkan di 3 lokasi, yaitu Rembang, Tuban, dan Pulau Bawean. Namun sebagian besar ulama dan ahli sejarah setuju bahwa makam asli Sunan Bonang berada di kota Tuban, Jawa Timur. Makam tersebut berada di sebelah barat Masjid Agung Tuban, tepat di salah satu sisi alun-alun Kota Tuban.

5. Kudus: Makam Sunan Kudus


Sesuai namanya, makam Sunan Kudus berada di Kota Kudus, Jawa Tengah. Lokasi makam tak jauh dari Masjid Kudus yang memiliki menara mirip bangunan candi Hindu. Makam Sunan Kudus berada pada daerah dataran rendah sehingga lokasinya mudah dijangkau para wisatawan yang ingin mendoakan. Salah satu tempat wisata di Jawa Tengah ini ramai dikunjungi wisatawan melalui paket wisata Wali Songo.

6. Jepara: Makam Sunan Muria


Makam Sunan Muria berada tepat di puncak Gunung Muria. Saya sendiri ragu menentukan apakah lokasi makam berada di Jepara atau masih masuk wilayah Kudus. Namun sebagian besar literatur menyatakan bahwa makam tersebut berada di kawasan Jepara. Sebelum mencapai obyek wisata di Jawa Tengah ini, wisatawan harus menguji mental dan fisik untuk melewati jalur mendaki dan terjal menuju lokasi makam. Untungnya sudah ada layanan ojek yang mendukung kegiatan liburan ini.

7. Demak: Makam Sunan Kalijaga


Kota Demak bukan hanya terkenal dalam bidang sejarah budaya karena pernah berdiri Kerajaan Islam Demak. Disana juga terdapat makam Sunan Kalijaga (dalam bahasa setempat disebut Sunan Kalijogo). Lokasi makam agak ke daerah pinggiran kota Demak. Jarak makam Sunan Kalijaga dan kompleks pemakaman keluarga Kerajaan Demak bisa ditempuh dengan naik mobil selama kurang lebih 15 menit. Inilah salah satu obyek wisata di Jawa Tengah yang memiliki nuansa Jawa yang sangat kental.

8. Cirebon: Makam Sunan Gunung Jati


Bagian paling barat dari makam-makam anggota Wali Songo adalah makam Sunan Gunung Jati. Lokasi makam berada di salah satu daerah di kota Cirebon, Jawa Barat. Makam Sunan Gunung Jati berhiaskan ornamen dan piring antik dari China. Menurut sejarah yang beredar di masyarakat, Sunan Gunung Jati semasa hidupnya pernah menikahi Putri Ong Tien dari China sehingga budaya Tiongkok tampak dalam peninggalan sejarah di Cirebon.
Read More

Hotel di Tretes

Hotel di Tretes


Hotel Surya Tretes


Hotel di  Tretes merupakan  kebutuhan pokok  dari  sarana  penunjang pariwisata di  Pasuruan Jawa  Timur. Taman Wisata   Tretesadalah tempat wisata yang  cukup  dekat dengan  Surabaya. 
Hal ini   menjadikan Hotel di Tretesharus mampu  memenuhi kebutuhan dari masyarakat   Metropolitan Surabaya.   Hotel di daerah ini memang   cukup banyak dan mempunyai standartisasi   yang  beragam. 

Tretes mempunyai alam yang  bernuansakan hutan  tropis dataran rendah memiliki   air terjun yang  terjaga.  Hotel yang  berada di sekitar Taman Wisata   Tretes mempunyai  beberapa keunggulan  terutama karena memang berada   langsung dekat  dengan kawasan hutan.
Hotel yang   berada di  kawasan hutan lebih alami dengan pemandangan atau view  hutan   tropis  serta kesejukan angin yang berasal dari hutan di kawasan  itu.   Suara  burung di pagi hari, pemandangan hutan yang langsung bisa   dilihat  dan  menu makanan yang khas menjadikan Hotel di Tretes mempunyai ciri yang kuat dekat dengan alam   atau   disebut more back to nature.
Hotel terdekat dengan kawasan hutan adalah Pinesgarden,   jauh  dari  hiruk pikuk pasar, berada di depan pintu masuk taman wisata Tretes,     Udara segar alami yang sulit kita dapatkan di perkotaan tersedia    disini.  Hotel tempat  berekreasi dan dekat dengan alam.
Sate    kelinci, bakso, jagung bakar menu yang paling mudah kita temui  di    sekitar kawasan hutan.  Apabila kita menginap di hotel ini sangat    mudah  kita dapatkan.



TRETES
Tretes mempunyai  potensi  wisata keluarga yang  sangat tinggi. Kawasan Taman   WisataTrestes terletak  di desa Pecalukan kecamatan  Prigen Kabupaten TK.  II  Pasuruan.    Dinaungi oleh dua gunung Welirang  dan Arjuno. Kedua   gunung tersebut   akan nampak ketika langit bersih dan  biasanya di  pagi  hari.

Sebelum   sampai di Taman Wisata Tretes ada sebuah candi yang  merupakan  peninggalan kerajaan Singosari.  Candi  Jawi namanya, candi  ini juga  menjadi ciri khas dari wilayah Tretes.
Air    terjun kakek Bodo,  Pemandian di kawasan hutan Tretes,   Taman anggrek  Prigen, Pasar tradisional tretes, wisata berkuda   kelilingTretes, buah  dan sayur segar, sate kelinci   serta jagung bakar. Semua adalah daya  tarik wisata di wilayah ini.
Apabila   kita hendak kembali ke  Surabaya, Tempat yang cukup sering dikunjungi   wisatawan adalah Taman  candra Wilwatikta yang merupakan panggung   terbuka yang cukup besar di  Jawa timur, kemudian tempat berbelanja  buah  tangan yang berada di akhir  jalan tanjakan arah Surabaya.
Tretes adalah tempat wisata yang  bagus untuk kita kunjungi.



Read More

Nikmatnya Nasi Boran Khas Lamongan


Nikmatnya Nasi Boran Khas Lamongan


        Menyebut nama Lamongan identik dengan  dengan nikmatnya kuliner soto ayam dan tahu campurnya yang nikmat dan lezat. Namun selain itu, Lamongan sebenarnya juga mempunyai kuliner lainnya yang rasanya juga cukup menggugah selera, yaitu Nasi Boran.


 Nasi Boran merupakan  makanan khas Lamongan yang hanya bisa dijumpai di daerah  ini saja. Dengan harga yang cukup murah meriah,  nikmat dan lezatnya Nasi Boran patut untuk dirasakan.

  Sebutan sebagai  nasi Boran berasal dari nama Boran, yaitu tempat  wadah menaruh nasinya yang berupa keranjang  terbuat dari anyaman bambu.  Boran berbentuk longkaran di bagian atas dan persegi di bagian bawah. Keempat sudut di bagian bawahnya disangga dengan bilah bambu agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah atau alas lainnya.  
Harga Boran itu cukup mahal Rp 60.000 per buah untuk ukuran standar dengan kapasitas nasi sebanyak 7kg.  Boran itu sendiri harus dipesan secara khusus ke perajin Boran di satu daerah saja di Lamongan yaitu di Desa Kawotan yang sudah dikenal secara turun-temurun sebagai pembuat Boran.

Konon,  pada masa lampau yang mengawali dan menjajakan Nasi Boran  adalah ibu-ibu  dari Desa Kawotan itu. Mereka dulunya banyak berjualan secara berkeliling di penjuru kota  Lamongan dengan  menggendong Boran berisi nasi dan lauk-pauknya.
            
 Namun saat ini sudah jarang menjumpai ibu-ibu yang berjualan nasi Boran secara berkeliling karena mungkin faktor usia dan tenaga.  Mereka lebih memilih untuk berjualan nasi Boran dengan mangkal di tempat-tempat tertentu seperti banyak dijumpai di alun-alun, pasar , depan stasiun dan depan Lamongan Plaza.
 Itupun  tidak bisa dijumpai setiap saat dalam setiap harinya karena tak jarang dagangan nasi Boran mereka segera  habis terjual hanya dalam hitungan beberapa jam saja. Untunglah untuk penjual nasi Boran yang mangkal di depan stasiun dan di depan Lamongan Plaza di Jl.  Basuki Rahmad  seolah terdiri dari dua shift yaitu shift pagi dan shift sore.


Read More

Taman Nasional Bromo-Semeru

Taman Nasional Bromo-Semeru

Taman Nasional Bromo-Semeru
Taman Nasional Bromo-Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut.
Pegunungan Bromo-Semeru, merupakan pegunungan yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Kawasan wisata ini menjanjikan sebuah keindahan yang tak bisa anda temui di tempat lain. Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, anda bisa menikmati hamparan lautan pasir seluas 10km persegi, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menembus awan. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya.
Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa. Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Cara Mencapai Daerah Ini
Anda dapat mencapai daerah ini dengan menggunakan mobil pribadi pun menyewa kendaraan. Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional ini yaitu: desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, desa Ngadas dari jalur Malang dan desa Burno adalah jalur Lumajang. Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:
Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 kmAtau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km
Tempat Menginap
Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau.
Tempat Bersantap
Agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Akan tetapi, apabila Anda menginap di desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam.

        Anda dapat berkeliling ke sekitar areal Taman Nasional dengan menyewa kendaraan jenis jeep 4x4. Atau, jika hanya ingin berkeliling di sekitar area lautan pasir Bromo, Anda dapat menyewa kuda yang banyak tersedia disana.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Adapun hal-hal lain yang dapat dilihat atau dilakukan di area ini adalah Anda dapat mengunjungi beberapa objek di bawah ini:



Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.
Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.

Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut ( 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.
Buah Tangan
Anda dapat membeli oleh-oleh atau cinderamata di sekitar point area yang biasa digunakan untuk melihat matahari terbit. Di area ini banyak terdapat kios cinderamata yang menjajakan dagangan mereka seperti kaos atau t-shirt, topi kupluk, syal dan lainnya. Selain itu, di sekitar area laut pasir juga terdapat beberapa penjaja cinderamata yang menjual kaos atau t-shirt yang bertuliskan Gunung Bromo-Semeru.

Tips
Musim kunjungan terbaik adalah sekitar bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
Perlu disiapkan kesehatan prima dan perbekalan penahan dari udara dingin seperti: baju hangat, penutup kepala, kaus tangan penahan udara dingin, serta bekal makanan-minuman secukupnya
Perlu diingat bahwa di puncak Penanjakan tidak ada pengginapan maka dari penginapan terdekat harus berangkat pagi-pagi sekitar pukul 03.00-04.00 pagi dini hari.
Mengingat sulitnya mencari makanan pada malam hari, akan lebih baik apabila Anda membeli persediaan makanan dan minuman sebagai bekal Anda.










Read More

Air Terjun Dolo Kediri


Air Terjun Dolo Kediri
Air Terjun Dolo Kediri

Kabupaten Kediri memiliki beberapa air terjun yang cantik.Salah satunya, Air Terjun Dolo. Tempat wisata ini terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo,Kediri. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan mudah.
Tiba di Besuki, sembari melepas lelah,kita bisa menikmati panorama di Desa Jugo, Mojo,di sekitar menara pemancar relay televisi dan telepon seluler. Disana kita bisa menemukan Air Terjun Irenggolo. Setelah lima menit melalui jalan setapak, air terjun bertrap-trap alami ini bisa kita lihat. Tersembunyi di teduhnya rerimbunan pinus dan hutan, hembusan angin pegunungan, dan suara alam yang unik.
Read More